Post-Title 1

Description / Caption 1

Post-Title 2

Description / Caption 2

Post-Title 3

Description / Caption 3

Post-Title 4

Description / Caption 4

Post-Title 5

Description / Caption 5

Friday, 30 September 2016

Mengenal Pertamina Vi-Gas dan Fastron Platinum di GIIAS 2016 Surabaya

Mengenal Pertamina Vigas dan Fastron Platinum di GIIAS2016.  Dunia otomotif selalu berkembang, pun tidak ketinggalan dengan segala printilan tentangnya. Sebagai emak-emak yang buta dunia otomotif, saya antusias sekali, tepatnya penasaran saat menerima undangan untuk menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016.

Thursday, 22 September 2016

Siesta Legian, Hotel Nyaman yang Ramah Keluarga

Siesta Legian Hotel. Liburan adalah salah satu kata yang paling membahagian bagi hampir semua orang. Apalagi bersama keluarga atau teman-teman satu genk. Geng emak-emak *hallah hallah 

Salah satu hal  terpenting  yang harus dipikirkan adalah tempat menginap. Mencari hotel yang pas memang gampang-gampang susah. Ya pas di kantong, ya  pas di hati. Yes! Ceritanya, di medio bulan Agustus 2016 lalu saya ke Bali. Ini trip Bali kedua buat saya. Memang Bali menjadi tujuan wisata yang tak pernah ada matinya.  


Wednesday, 7 September 2016

Reuni Maya Pun Tak Mengapa

Lebaran, biasanya menjadi ajang reuni sekolah. Memanfaatkan moment mudik, pulang ke kampung  halaman.  Teman-teman saya pun begitu. Seperti lebaran tahun ini, banyak yang memanfaatkan untuk mengadakan reuni perak *coba ambil kalkulator, kira-kira saya lulusan tahun berapa kalau tahun 2016 reuni perak SMA :D 

reuni tipis-tipis teman kuliah
Monday, 5 September 2016

5 Hal yang Harus Ada Saat NgeBlog

NgeBlog sepertinya saat ini sudah menjadi semacam kebutuhan dan gaya hidup. Dulu...  buku Diary masih menjadi sahabat setia,  tapi kini semua curhatan, ungkapan hati, uneg-uneg terhadap lingkungan sekitar bisa ditumpahkan lewat media Blog.


Kalau masih ada yang bingung pingin ngeBlog tapi nggak tahu apa yang harus dilakukan, dan apa saja perlengkapan yang dibutuhkan, biar postingan lancar, blog-nya nggak sampai jamuran. Nah, ini saya kasih tahu 5 hal yang harus ada biar ngeBlog lancar ala saya.
Thursday, 1 September 2016

Seberapa Penting Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah?

Bismillahirrahmaniirahim...

Setelah kemarin bernostalgia dengan lagu anak-anak, majalah, buku dan komik, lalu buku pelajaran paket turun temurun di era 70 80 an, sekarang mau ngomongin 'Pendidikan Budi Pekerti'.  

Waktu saya kecil, ketika Mama atau Bapak memangil nama saya, maka saya akan cepat-cepat menjawab, "Dalem Mah." "Enggeh Pak." lalu cepat berlari menemui beliau.

Anak- anak sekarang, ketika dipanggil orang tua kebanyakan menjawab, " Iya." "Sebentar." "Nanti" itu masih mending. Kadang ada yang menjawab dengan nada kasar, bahasa ngoko, atau membentak-bentak. Rasanya sakit telinga ini mendengarnya kalau ada anak -anak yang berperilaku seperti itu.  



Bahkan banyak diberitakan, tindakan-tindakan yang menjurus kriminal dilakukan oleh anak-anak. Banyak sekali bersliweran berita-berita yang bikin hati miris dan ngeri membayangkan bagaimana nasib bangsa ini kedepan, jika generasinya jauh dari nilai moral. Kejahatan-kejahatan yang dulu tidak pernah terbayangkan dilakukan oleh anak-anak, kini pelakunya justru anak-anak. 


Wednesday, 31 August 2016

5 Fakta Unik Buku Paket Pelajaran Warisan Turun Temurun

Ini Ibu Budi
Ini Bapak Budi
Ini Kakak Budi
Ini Adik Budi

Coba tanyakan pada semua orang Indonesia yang pernah mengenyam masa sekolah di era tahun 70 hingga 80 an. Dari Sabang sampai Merauke pasti mereka sangat mengenal dekat keluarga 'Budi'. Budi dan keluarganya lah yang mengenalkan anak-anak di era itu membaca dan menulis. 

Ayo, siapa yang mengalami masa-masa keemasan buku-buku ini?:D  (gambar diambil dari internet)

#8HariMenaklukanCowo: Antara Persahabatan dan Cinta Ala Remaja

Tanggal 30 Agustus siang kemarin, saya seperti terperangkap dalam suasana 25 tahun yang lalu. Saya benar-benar terjebak dalam keriuhan remaja belia berseragam putih abu-abu. Hadeehh... berasa jadi wali murid yang mau menghadap ke wali kelas anaknya. 

Ceritanya, saya mau ketemuan sama teman-teman KOPIER Surabaya, di acara Meet & Greet pemain film 8 Hari Menaklukan Cowo, di SMK Ketintang Surabaya. Karena jamnya pas istirahat, dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kantor, saya segera meluncur.

Tuesday, 30 August 2016

Membongkar Kenangan di Antara Buku Usang

Setelah kemarin saya mengurai kenangan masa kecil dengan lagu anak-anak, kali ini saya akan membongkar kenangan saya yang terlipat di antara buku-buku usang. 



Kebetulan pekan lalu, saya habis membongkar rak buku yang sebagian papannya sudah reot, karena terlalu banyak menahan beban. Di sanalah, di antara tumpukan buku-buku itu saya menemukan berlembar-lembar kenangan. Buku-buku apa saja yang menyimpan kenangan itu?

Monday, 29 August 2016

#SaveLaguAnak, Rindu Lagu Anak-Anak Era Tahun 80-90 an

Bulan Agustus hampir berakhir. Sekitar dua pekan ini, hampir di setiap gang RT, balai RW atau balai desa diadakan pentas seni untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI.  Tentu saja anak-anak berlomba-lomba ikut meramaikan dengan penampilannya yang cukup memukau. 

Namun, zaman telah jauh berbeda dan berubah. Dari sekian lagu yang mengiringi pementasan anak-anak itu, saya tidak menemukan satu pun lagu anak-anak, dengan lirik meng-anak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik. Anak-anak lebih familiar dengan melody dan lirik lagu-lagu Cita Citata atau lagu goyang oplosan yang sempat booming itu. Astaghfirullah... padahal kalau dengar liriknya rasanya kuping gatel dan hati jadi miris. 


Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan bernyanyi


Rupanya keresahan dan kegundahan hati saya, nyambung dengan tema ODOP yang dilempar oleh Mbak Ani Berta, #SaveLaguAnak.  Memang kalau di amati, setelah masa kanak-kanak Joshua, Tasya, Sherina, Trio Kwek-Kwek dan penyanyi cilil semasanya berlalu, maka berlalu pulalah era lagu anak-anak. Anak-anak seperti kehilangan jati diri mereka.  

Entahlah... saya pun tidak seberapa mengamati. Karena sejak mengemban amanah sebagai ibu, saya sangat jarang berinteraksi dengan televisi. Kedua putri saya masih sangat beruntung, karena lahir  di akhir tahun 1999 dan awal tahun 2000 jadi masih sempat menikmati dan mengkoleksi kaset dan CD lagu-lagu sepanjang masa, seperti lagu "Anak Gembala" , "Paman Datang dari Desa", dan "Libur Tlah Tiba" yang dinyanyikan kembali oleh Tasya. Bahkan lagu "Jangan Takut Gelap" duet Tasya dan Duta Seila on 7 menjadi favorit si Sulung saat belajar tidur dengan lampu dimatikan. 

Kupu-Kupu
Cipt. Ibu Sud

Kupu-kupu yang lucu
Kemana engkau terbang
Hilir mudik mencari
Bunga-bunga yang kembang

Berayun-ayun

Pada tangkai yang lemah
Tidaklah sayapmu
Merasa lelah




Saya ingat sekali, waktu saya TK, lagu ciptaan Ibu Sud yang melegenda ini mengiringi tarian, dengan kostum kupu-kupu yang indah. Lalu teman yang lain, menari, gerak dan lagu dengan diiringi lagu menanam jagung. Rindu sekali masa-masa itu.

Seperti kebiasaan membaca buku, atau mendengarkan cerita, mendengarkan dan mendendangkan lagu anak-anak adalah media belajar yang sangat menyenangkan bagi mereka. Anak-anak belajar, tanpa merasa digurui. Syair-syair indah yang sederhana, namun sarat makna mereka dendangkan, diulang-ulang, dan menjadi kebiasaan baik, budi pekerti luhur, juga motivasi.

Saya ingat betul lagu "Bunda Piara" yang saat itu seperti menjadi lagu wajib. Hampir setiap anak pada era 80 - 90 an hafal lagu itu. Lagu yang membuat hati kanak-kanak kami meleleh, sayang pada sosok Ibu. 

Menarik mundur ke belakang, generasi seumuran saya yang lahir di awal tahun 70 an  sekian masa kanak-kanak kami ceria bersama lagu-lagu Chica Koeswoyo, Adi Bing Slamet, Yoan Tanamal, Bobby Sandora, Ira Maya Shopa, Puput Novel dan seangkatannya. Kami juga tumbuh dengan lagu-lagu ciptaan Bu Kasur, Pak Kasur, Ibu Sud, A.T Mahmud yang sangat melegenda. 

Lalu, anak-anak sekarang menyanyikan lagu anak-anak apa? Kita lah sebagai orang tua seharusnya yang paling bertanggung jawab. Tapi bingung juga kan ya? Para orang tua zaman sekarang pasti bingung juga, materi lagu anak-anak baik di televisi ataupun di radio sudah tidak terdengar gaungnya. Dan memang sepertinya regenerasi penyanyi cilik juga putus, sejak Joshua dan teman-temannya meremaja dan dewasa. 

Untuk menawar rindu para orang tua, sekaligus belajar sambil bergembira bersama anak-anak, tips-tips ini mungkin bisa dicoba. Sambil menunggu lagu anak-anak bangkit kembali. 


  • Membongkar memori  Ayah dan Ibu tentang lagu anak-anak dulu, bernostalgia kembali menyanyikannya sambil mengasuh anak-anak.
  • Jika masih menyimpan kaset, CD atau VCD lagu-lagu anak-anak bisa diputar ulang. Atau, karena zaman sudah berubah, mungkin bisa mendownloadnya, disimpan di gadget.
  • Memilih lagu-lagu dengan lirik yang pas dan sesuai dengan apa yang ingin atau sedang diajarkan atau dibiasakan kepada anak-anak. Seperti memilihkan lagu-lagu religi dengan lirik dan irama yang menarik. Dulu, yang saya tahu kasetnya bunda Neno atau lagu-lagunya Sulis dan Hadad Alwi, atau lagunya Rachel Amanda duet dengan Opick. Namun sekarang mungkin lebih mudah mencari di internet.
  • Jika Ayah Ibu kreatif, bisa mengarang lirik sendiri,seperti lirik rukun islam, shalawat, asmaul husna lalu mendendangkannya dengan melody dan nada yang dikarang sendiri, atau meniru nada lagu yang sudah ada tinggal mengganti liriknya. Dulu guru di TK dan SD bocah-bocah saya sering begitu, mengarang lagu atau lirik sendiri. Saya juga pernah mencoba, ngasal melodynya liriknya juga ngarang sesuai pesan yang ingin saya sampikan hihi. Yang penting anak-anak senang dan pesan pun tersampaikan.

#SaveLaguAnak, mengingatkan saya pada acara Hitam Putih yang mengangkat kepedulian para mantan penyanyi cilik yang dimotori oleh Joshua Suherman. Karena keprihatinan mereka, bersatu padu melakukan kampanye, untuk menghidupkan kembali lagu anak untuk anak-anak Indonesia dengan membuat project nirlaba berupa official video berjudul "Selamatkan Lagu Anak" yang telah diunggah ke Youtube pertengahan bulan Agustus ini.  



Terimakasih Joshua, Kak Ria Enes, Kak Nunu, Papa T. Bob dan teman-teman para mantan penyanyi cilik yang masih peduli pada keberlangsungan hidup lagu anak-anak. Semoga dengan kampanye #SaveLaguAnak, mengembalikan keceriaan dan kegembiraan anak-anak Indonesia sesuai fitrahnya.  

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...