Wednesday, 31 August 2016

5 Fakta Unik Buku Paket Pelajaran Warisan Turun Temurun

Ini Ibu Budi
Ini Bapak Budi
Ini Kakak Budi
Ini Adik Budi

Coba tanyakan pada semua orang Indonesia yang pernah mengenyam masa sekolah di era tahun 70 hingga 80 an. Dari Sabang sampai Merauke pasti mereka sangat mengenal dekat keluarga 'Budi'. Budi dan keluarganya lah yang mengenalkan anak-anak di era itu membaca dan menulis. 

Ayo, siapa yang mengalami masa-masa keemasan buku-buku ini?:D  (gambar diambil dari internet)

#8HariMenaklukanCowo: Antara Persahabatan dan Cinta Ala Remaja

Tanggal 30 Agustus siang kemarin, saya seperti terperangkap dalam suasana 25 tahun yang lalu. Saya benar-benar terjebak dalam keriuhan remaja belia berseragam putih abu-abu. Hadeehh... berasa jadi wali murid yang mau menghadap ke wali kelas anaknya. 

Ceritanya, saya mau ketemuan sama teman-teman KOPIER Surabaya, di acara Meet & Greet pemain film 8 Hari Menaklukan Cowo, di SMK Ketintang Surabaya. Karena jamnya pas istirahat, dan lokasinya yang tidak terlalu jauh dari kantor, saya segera meluncur.

Tuesday, 30 August 2016

Membongkar Kenangan di Antara Buku Usang

Setelah kemarin saya mengurai kenangan masa kecil dengan lagu anak-anak, kali ini saya akan membongkar kenangan saya yang terlipat di antara buku-buku usang. 



Kebetulan pekan lalu, saya habis membongkar rak buku yang sebagian papannya sudah reot, karena terlalu banyak menahan beban. Di sanalah, di antara tumpukan buku-buku itu saya menemukan berlembar-lembar kenangan. Buku-buku apa saja yang menyimpan kenangan itu?

Monday, 29 August 2016

#SaveLaguAnak, Rindu Lagu Anak-Anak Era Tahun 80-90 an

Bulan Agustus hampir berakhir. Sekitar dua pekan ini, hampir di setiap gang RT, balai RW atau balai desa diadakan pentas seni untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI.  Tentu saja anak-anak berlomba-lomba ikut meramaikan dengan penampilannya yang cukup memukau. 

Namun, zaman telah jauh berbeda dan berubah. Dari sekian lagu yang mengiringi pementasan anak-anak itu, saya tidak menemukan satu pun lagu anak-anak, dengan lirik meng-anak yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik. Anak-anak lebih familiar dengan melody dan lirik lagu-lagu Cita Citata atau lagu goyang oplosan yang sempat booming itu. Astaghfirullah... padahal kalau dengar liriknya rasanya kuping gatel dan hati jadi miris. 


Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan bernyanyi


Rupanya keresahan dan kegundahan hati saya, nyambung dengan tema ODOP yang dilempar oleh Mbak Ani Berta, #SaveLaguAnak.  Memang kalau di amati, setelah masa kanak-kanak Joshua, Tasya, Sherina, Trio Kwek-Kwek dan penyanyi cilil semasanya berlalu, maka berlalu pulalah era lagu anak-anak. Anak-anak seperti kehilangan jati diri mereka.  

Entahlah... saya pun tidak seberapa mengamati. Karena sejak mengemban amanah sebagai ibu, saya sangat jarang berinteraksi dengan televisi. Kedua putri saya masih sangat beruntung, karena lahir  di akhir tahun 1999 dan awal tahun 2000 jadi masih sempat menikmati dan mengkoleksi kaset dan CD lagu-lagu sepanjang masa, seperti lagu "Anak Gembala" , "Paman Datang dari Desa", dan "Libur Tlah Tiba" yang dinyanyikan kembali oleh Tasya. Bahkan lagu "Jangan Takut Gelap" duet Tasya dan Duta Seila on 7 menjadi favorit si Sulung saat belajar tidur dengan lampu dimatikan. 

Kupu-Kupu
Cipt. Ibu Sud

Kupu-kupu yang lucu
Kemana engkau terbang
Hilir mudik mencari
Bunga-bunga yang kembang

Berayun-ayun

Pada tangkai yang lemah
Tidaklah sayapmu
Merasa lelah




Saya ingat sekali, waktu saya TK, lagu ciptaan Ibu Sud yang melegenda ini mengiringi tarian, dengan kostum kupu-kupu yang indah. Lalu teman yang lain, menari, gerak dan lagu dengan diiringi lagu menanam jagung. Rindu sekali masa-masa itu.

Seperti kebiasaan membaca buku, atau mendengarkan cerita, mendengarkan dan mendendangkan lagu anak-anak adalah media belajar yang sangat menyenangkan bagi mereka. Anak-anak belajar, tanpa merasa digurui. Syair-syair indah yang sederhana, namun sarat makna mereka dendangkan, diulang-ulang, dan menjadi kebiasaan baik, budi pekerti luhur, juga motivasi.

Saya ingat betul lagu "Bunda Piara" yang saat itu seperti menjadi lagu wajib. Hampir setiap anak pada era 80 - 90 an hafal lagu itu. Lagu yang membuat hati kanak-kanak kami meleleh, sayang pada sosok Ibu. 

Menarik mundur ke belakang, generasi seumuran saya yang lahir di awal tahun 70 an  sekian masa kanak-kanak kami ceria bersama lagu-lagu Chica Koeswoyo, Adi Bing Slamet, Yoan Tanamal, Bobby Sandora, Ira Maya Shopa, Puput Novel dan seangkatannya. Kami juga tumbuh dengan lagu-lagu ciptaan Bu Kasur, Pak Kasur, Ibu Sud, A.T Mahmud yang sangat melegenda. 

Lalu, anak-anak sekarang menyanyikan lagu anak-anak apa? Kita lah sebagai orang tua seharusnya yang paling bertanggung jawab. Tapi bingung juga kan ya? Para orang tua zaman sekarang pasti bingung juga, materi lagu anak-anak baik di televisi ataupun di radio sudah tidak terdengar gaungnya. Dan memang sepertinya regenerasi penyanyi cilik juga putus, sejak Joshua dan teman-temannya meremaja dan dewasa. 

Untuk menawar rindu para orang tua, sekaligus belajar sambil bergembira bersama anak-anak, tips-tips ini mungkin bisa dicoba. Sambil menunggu lagu anak-anak bangkit kembali. 


  • Membongkar memori  Ayah dan Ibu tentang lagu anak-anak dulu, bernostalgia kembali menyanyikannya sambil mengasuh anak-anak.
  • Jika masih menyimpan kaset, CD atau VCD lagu-lagu anak-anak bisa diputar ulang. Atau, karena zaman sudah berubah, mungkin bisa mendownloadnya, disimpan di gadget.
  • Memilih lagu-lagu dengan lirik yang pas dan sesuai dengan apa yang ingin atau sedang diajarkan atau dibiasakan kepada anak-anak. Seperti memilihkan lagu-lagu religi dengan lirik dan irama yang menarik. Dulu, yang saya tahu kasetnya bunda Neno atau lagu-lagunya Sulis dan Hadad Alwi, atau lagunya Rachel Amanda duet dengan Opick. Namun sekarang mungkin lebih mudah mencari di internet.
  • Jika Ayah Ibu kreatif, bisa mengarang lirik sendiri,seperti lirik rukun islam, shalawat, asmaul husna lalu mendendangkannya dengan melody dan nada yang dikarang sendiri, atau meniru nada lagu yang sudah ada tinggal mengganti liriknya. Dulu guru di TK dan SD bocah-bocah saya sering begitu, mengarang lagu atau lirik sendiri. Saya juga pernah mencoba, ngasal melodynya liriknya juga ngarang sesuai pesan yang ingin saya sampikan hihi. Yang penting anak-anak senang dan pesan pun tersampaikan.

#SaveLaguAnak, mengingatkan saya pada acara Hitam Putih yang mengangkat kepedulian para mantan penyanyi cilik yang dimotori oleh Joshua Suherman. Karena keprihatinan mereka, bersatu padu melakukan kampanye, untuk menghidupkan kembali lagu anak untuk anak-anak Indonesia dengan membuat project nirlaba berupa official video berjudul "Selamatkan Lagu Anak" yang telah diunggah ke Youtube pertengahan bulan Agustus ini.  



Terimakasih Joshua, Kak Ria Enes, Kak Nunu, Papa T. Bob dan teman-teman para mantan penyanyi cilik yang masih peduli pada keberlangsungan hidup lagu anak-anak. Semoga dengan kampanye #SaveLaguAnak, mengembalikan keceriaan dan kegembiraan anak-anak Indonesia sesuai fitrahnya.  

Cerita di Balik Buku "24 Nabi dan Rasul Teladan Utama"

Bismillahirrahmanirrahiim....

Sebulan terakhir ini saya sedang bahagia sekali. Kenapa Buk? Menang live tweet, menang undian, atau dapat hadiah gadget dari lomba blog? Ahh... bukaan... karena saya termasuk  orang yang ngaku-ngaku Blogger tapi jarang banget ikut lomba.

Kebahagiaan saya bersumber dari kabar di bulan Juli lalu,  bahwa buku 24 Nabi dan Rasul Teladan Utama dan selanjutnya karena kepanjangan disebut #24NR saja TERBIT. Kabar buku 'lahir' adalah kabar yang paling membahagiakan sedunia bagi saya setelah kabar ketika dokter  mengatakan "Alhamdulillah, bayi ibu perempuan sehat cantik sempurna" 



Saya masih merasakan seperti bermimpi, bisa berkontribusi menulis naskah dalam buku yang diterbitkan oleh #Sygma. Saya berkenalan dengan Sygma Daya Insani ketika beberapa waktu lalu saat bocah masih SD, sekitar 6 tahun yang lalu,  memutuskan untuk membeli paket buku "Muhammad Teladanku"  #Mute .  

Tuesday, 23 August 2016

10 Manfaat Membacakan Buku Cerita Sejak Dini

"Buk, kok sempat sih pakai acara bacain cerita sama bocah-bocah. Kan seharian sudah capek, pulang kerja, kalau aku sih males awang-awangen,"  celetukan teman di kantor. 


Nyulik foto krucil keponakan dan Emaknya  

Ehem... saya sih seperti biasa cuma senyum. Hanya menjawab, "Ya disempetin, karena yang melindas kepenatanku seharian ya ritual bercerita sambil gulang-guling di kasur." *nyengir.  Mau cerita panjang lebar juga bingung, sebab kebiasaan itu sudah dimulai sejak lama, jadi sudah nagih.

Wednesday, 10 August 2016

Membangun Peradaban dengan Kisah-Kisah Teladan Para Nabi dan Rasul

Anak-anak kita adalah generasi pewaris, yang akan membangun peradaban di masa yang akan datang. Pada saat kita para orang tua mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan melihat fenomena di sekitar, saya menjadi sangat miris dan kecil hati. Peradaban seperti apa yang kelak terbangun oleh generasi yang lemah aqidah, miskin nilai-nilai moral dan jauh dari suri tauladan.

Melihat covernya saja anak-anak sudah ngeces pingin dibacakan ceritanya
Sesungguhnya, sudah beratus-ratus abad yang lalu terbukti bahwa umat-umat terdahulu membangun sebuah peradaban berdasarkan kekokohan aqidah. Para Nabi dan Rasul pilihan menjadi mata rantai pembangun peradaban manusia dengan dasar aqidah yang lurus dan teguh. 
Tuesday, 2 August 2016

#Review Film "Untuk Angeline", Semoga Ini Air Mata Terakhir untuk Tragedi Kekerasan Pada Anak

Awalnya saya tidak begitu tertarik  menonton film ini. Karena saya sudah bisa mengira-ngira pemandangan apa yang akan saya saksikan di depan layar. Membaca berita tentang hilangnya Angeline, bocah asal Bali yang sangat menghebohkan publik dan kematian tragisnya saja hati saya sudah merasakan perih, tak bisa membendung airmata.  


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...