Tuesday, 28 December 2010

Coretan aisyah ku

goresan  jemari kecil Aisyah

Kemarin pagi, saat bersih-bersih tak sengaja menemukan selembar kertas, dan itu adalah sobekan kertas kesekian yang hampir aku temukan setiap hari disela bersih-bersih rumah.  Isinya kadang bikin hati geli tersenyum, kadang juga membuat hati terharu.

Kali ini coretannya iseng saja  ku pasang  disini, dari pada buntu, mandeg ga ada yang ngalir persis saluran yang mampet   ..............  @-@

********************

Kelas satu hari-hari telah kulalui
Aku tetap saja ingin kembali ke TK
Tapi bagaimanapun hidupku ini harus tetap dijalani dengan setia

Ya.......
aku selalu berfikir ingin sekali aku pergi ke masa lalu
Sangat-sangat ingin
Tapi saat aku berada disitu, aku merasa hariku  biasa saja
Malah lagi tidak enak dan jengkelin
Tapi saat aku sudah naik kelas dua, semuanya berbeda,
Aku sangat ingin pergi dan meninggalkan kelas dua, dan pergi lagi ke kelas satu

Sekarang aku sudah kelas tiga, dan selalu saja tetap ingin pergi ke masa lalu

**************
dan aku cuma bisa hemmmmm...........................  ^______________^

 23112010



Tuesday, 21 December 2010

1001 Cerita Ibu dan Anaknya




 Rasaku Rasanya   (Ketika putri mungilku beranjak remaja)

Rasanya baru kemarin aku menimang-nimang nya, mengejar-ngejar  kaki kecilnya yang berlari seperti kijang, berdebar-debar dengan hobinya yang suka naik pohon, atau naik sepeda dengan berbagai gaya.  Putri mungilku sudah melewati masa kanak-kanaknya,  Anakku sudah menjelang remaja,  ya....menjadi gadis kecil yang mulai tumbuh.

Sekarang dia sudah tak mau lagi tidur dipeluk-peluk, sudah malu cipika-cipiki dengan aku ibunya , didepan teman-temanya.

Kebiasaannya menulis apa saja di buku harian yang biasanya dengan suka cita  diperlihatkannya padaku, kini sudah mulai malu dan bermain rahasia.  Diary nya sekarang dikunci, membuat aku harus mengintipnya penuh rahasia juga ...hemmmm

Sekarang aku punya saingan dalam mematut-matut busanaku.  Mulai baju, rok, jilbab dan asesoriesnya harus serasi, warna, model dan kepantasan waktu memakainya. Sekarang kita  mulai saling  berbagi.  Jilbab, bros, peniti menjadi benda-benda milik bersama.  Jilbab kanak-kanaknya yang lucu sudah ditinggalkannya, berganti jilbab bergaya ABG, dengan menyematkan pin besar warna cerah didekat telinga atau di leher. Celana monyet lucunya, berganti dengan rok rimpel feminin, dengan corak-corak yang lembut.  Bahkan baju-baju jadulku yang tak pernah kupakai lagi karena sesak atau modelnya yang terlalu remaja, dengan dipermak  sana-sini menjadi koleksi baju baru bagi dia .  Lumayan lah.......memanfaatkan sesuatu yang sudah tidak terpakai menjadi bermanfaat kembali dan tentunya meminimalisir anggaran untuk membeli baju baru . (jadi teringat masa remajaku juga yang banyak nglungsur baju mamaku hehehe ternyata buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya)

Dulu ketika mau bepergian dia mau saja kupilihkan baju apa saja, sekarang memilih baju saja harus bermenit-menit itupun melewati bongkar pasang dan meminta pendapat  berkali-kali
“ aku cook ga pakai baju ini”
“ Jilbabnya sudah serasi belum”
sambil jalan muter-muter atau lama mematut didepan kaca
Membuat si Ayah  lebih lama menunggu, karena sekarang ada dua wanita yang sibuk ini itu sebelum pergi  *-*

Ada lagi yang membuat ku sering salah tingkah, dan menelan  gemas dalam hati, ketika remajaku begitu sensitif perasaannya, dia akan bersungut-sungut atau bahkan menyungsepkan kepalanya diatas bantal jika nasehatku dianggapnya menggurui, jika pertanyaanku yang menyelidik dianggap menuduhnya.  Kalau sudah begini aku akan diam dan mengelusnya lembut, tapi nanti,  setelah ngambeknya mereda.

Masa-masa ini , Teman, menjadi orang-orang yang mulai dipercaya selain kedua orang tuannya.  Teman-teman yang dianggap sahabat sudah mulai menjadi tempat  curhatnya.  Disini aku menjadi tertantang untuk tetap menjadi bagian dirinya, menempatkan diriku menjadi teman curhatnya dan itu butuh kesabaran dan belajar lebih banyak.

Ada juga yang bikin hati berdebar-debar dan deg-degan.........saat kubaca catatannya , dia mulai mengagumi teman sholih (cowok) yang baik, pinter dan ngganteng ( hemmmm ....waktu aku sharing ke ustadzah  kelasnya,  beliau malah menenangkanku,
“Wajar bu......anak-anak sudah mulai remaja nanti kalau tidak suka dengan teman sholihnya malah repot, tinggal kita yang harus selalu mendampingi dan mengarahkan perasaan-perasaan itu”
ohhhh.......lega.....
Malah yang bikin geli, ketika bertemu ibu-ibu di sekolah, ternyata anak-anak remaja kita sudah mulai ngefans  ustad-ustad muda yang mengajar di sekolah.
Oalahhhh  ternyata memang mereka sudah bukan balita lagi :)

Selain banyak hal-hal yang bikin geleng-geleng kepala dan deg-degan, beberapa hal juga membuatku terharu dan bahkan malu pada gadisku.

Bagaimana tidak terharu sekaligus malu, ketika sebelum tidur dia sudah memasang alarm dan titip pesan untuk dibangunkan sholat malam, padahal aku sendiri kadang malas-malasan meskipun dering bel berteriak-teriak membangunkanku.
Bahkan, puasa senin kamis pun dia sangat semangat melakukannya meskipun tidak rutin dan itu juga karena sudah janjian dengan teman-teman satu kelasnya.

Bahkan kalau aku terlalu banyak gumam-guman sendiri (hihi bahasa halusnya ngomel *-*)  dia dengan santai berkata
“Ibu kok kurang bersyukur sih”
Nhah lo kena deh.

Kini aku sedang menikmati proses menemani anakku menjadi remaja.  Dulu,  ketika anak masih bayi kita seringkali tidak sabar menunggunya cepat besar. Belum jalan,  pingin cepat dia jalan, belum sekolah pingin cepet masuk sekolah begitu seterusnya.  Kita jadi  lupa untuk menikmati proses tumbuh kembangnya yang menakjubkan.
Mulai MENIKMATI PROSES nya  sambil terus belajar juga mencari ilmunya, agar tidak kehilangan  masa-masa indah bersama mereka  :)
Semoga Allah menjadikan mereka anak-anak sholih dan sholihah, yang akan ikut mewarnai dunia dan negeri ini dengan kebaikan,kejujuran dan keadilan :)


Bundadea   14112010 ^_____^
untuk Devani Alifa Azzahra  cahaya hatiku 

http://aulaady.com/
http://himma.multiply.com/journal/item/257/LOMBA

GORESAN SEDERHANA TENTANG BUNDA

Mungkin engkau tak pernah ingat
Atau engkau hanya mendengar lewat cerita
Ketika Ibundamu, dengan tetesan air mata dan darahnya
Menghadirkan engkau
Sejuta lara ia telan saat itu
Berbait-bait doa ia lantunkan dalam harap dan cemas
Saat Ibundamu berjuang
Mempertaruhkan nyawa membela kehadiranmu

Saat engkau dalam pelukan Ibundamu
Engkau rasakan kehangatannya
Engkau nikmati betapa lembut jemarinya membelaimu
Engkau selalu terpukau pada dendang merdunya
Yang mengantarmu menikmati mimpi masa kecilmu

Ibundamu....
Dia yang bercerita tentang budi pekerti dan kasih sayang
Dia yang pertama kali mengenalkanmu dengan Tuhan mu
Dia yang mengajarimu membuka mata dunia
Dia yang mengajakmu selalu pada kebaikan

Ya Allah.....
Tetapi mengapa Ibundamu harus bersedih
Ketika harapan-harapannya memudar
Ketika rangkaian mimpi indah yang selama ini dijalinnya
Terurai satu demi satu

Sesungguhnya Ibunda mu
Adalah harta mu yang sangat berharga
Jangan sekali-kali engkau mencoba menorehkan luka
Di hati Ibunda mu
Karena setiap tetes air mata duka Ibundamu
Akan mengguncang bumi
Dan seluruh arsy akan membahana oleh doa beratus malaikat
Yang mengutuk kedurhakaanmu

Ibundamu, adalah permatamu
Karena ridhonya adalah ridho Tuhanmu
Betapa Tuhan mu akan murka
Manakala menyaksikan mu berjalan
Di luar keridhoan Ibundamu

Tapak-tapak langkah jelajah mu
Dalam putaran roda hidupmu
Selalu seiring dengan kidung-kidung doa
Yang selalu Ibundamu nyayikan
Sepanjang siang dan malam

Pernahkah engkau menghitung
Berapa kali engkau menorehkan luka di hati Ibundamu
Engkau lupa.... ?
Atau mungkin engkau tak mampu menghitungnya lagi,
Karena terlalu seringnya engkau lakukan
Tapi......
Sejuta lara yang kau torehkan
Adalah selaksa senyum kasih Ibunda mu yang tak kan pernah pupus
Senyum kasih Ibundamu
Adalah senyuman kehidupan negeri ini

Ya Allah......
Ijinkan kami menabur bakti untuknya

Ya.......................
Meskipun Bakti mu
Tak akan pernah melunasi
Kasih Bunda mu yang agung


*GKA 21122010
  Selaksa cinta selalu ku bungkus dan kuikat dengan doa , semoga langit menerima dan membukanya untuk mama.
Tuesday, 31 August 2010

THIS IS My CHILDREN................

 Oleh-oleh dari pertemuan wali murid dg guru: sharing, dengar pendapat dan konsultasi belajar . Semoga bermanfaat.....dan selalu belajar untuk bisa menjadi orang tua yg lebih baik .....

THIS IS My CHILDREN................

 Anak bukan miniatur orang dewasa, kita hendaknya :


- Tidak memperlakukan anak seperti orang dewasa
- Menghargai usaha dan karya anak
- Menerima dan memaklumi kemampuan anak
- Membangun dan membentuk kepribadian anak yang baik
- Menyediakan dan mengondisikan lingkungan yang baik bagi perkembangan anak.
- Tidak memaksakan kehendak kepada anak.

Bila anak memiliki rasa ingin tahu yang besar ... kita hendaknya :

- Melayani dan menjawab pertanyaan anak dengan bahasa yang mudah dimengerti.
- Membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan keinginan dan kemampuannya
- Merangsang anak agar berani bertanya tentang apa yang ingin diketahui

Bila anak cara pandangannya terbatas (perseptual dan imajinatif) maka kita hendaknya :

- Menggunakan bahasa yang mudah difahami anak
- Berusaha mengkongkritkan sesuatu yang abstrak
- Menggunakan media atau sarana untuk menanamkan konsep
- Menjadi contoh perilaku yang baik bagi anak
- Anak jangan dipaksa memahami dan mengerti permasalahan orang tua
- Diberi bacaan sesuai dengan perkembangan anak.
- Mengahargai pendapat anak
- Sabar dalam memberi penjelasan kepada anak

Anak sebagai individu yang berbeda (Individual deferences), maka kita hendaknya:

- Memahami kondisi setiap anak
- Melayani sesuai kelebihan dan kekurangan masing-masing
- Tidak membandingkan dengan yg lain
- Bersikap adil
- Melakukan pendekatan yang bervariasi

Anak2 dunianya adalah bermain, maka kita hendaknya :

- Membuat suasana belajar sambil bermain
- Menciptakan permainan yang merangsang kreatifitas anak
- Memberi kesempatan anak untuk bermain dengan teman sebaya
- Memberi fasilitas alat bermain dan tempat bermain

Anak motivasinya dari luar dirinya (Stimulator utama:motivasi eksernal), maka kita hendaknya:

- Memberi pujian jika anak melakukan kebaikan atau prestasi
- Menciptakan lingkungan yg baik
- Selalu memberi motivasi
- Memberi teladan / figur yg baik
- Memberi hukuman yg mendidik jika berbuat kesalahan yg ia sengaja
- Memberi nasehat dan kisah2 teladan
- Bersikap yg menyenangkan terhadap anak

anak2 lebih ingin difahami daripada memahami orang lain (orientasi sosial egosentris) maka kita hendaknya :

- Bijak dalam mengelola egonya
- Hargai dan arahkan keinginan anak
- Memberi conoh prilaku menghargai orang lain
- Membiasakan anak bermain / bekerja kelompok
- Membiasakan anak berbagi makanan dengan teman
- Tidak mempermalukan dia didepan teman-temanya

Nurul fikri

Oleh-oleh dari pertemuan wali murid dg guru: sharing, dengar pendapat dan konsultasi belajar . Semoga bermanfaat.....dan selalu belajar untuk bisa menjadi orang tua yg lebih baik .....

ANAK

ANAK

Anakmu bukan milikmu
Mereka adalah putra-putri sang hidup
Yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka lahir lewat engkau tetapi bukan dari engkau
Mereka ada padamu,tetapi bukan mulikmu
Berilah mereka kasih sayang,
Namun jangan berikan pemikiranmu
Karena pada mereka ada alam pikiran sendiri
Patut kau berikan rumah bagi raganya,namun tidak bagi jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat
kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu
Engkau boleh menyerupai mereka, namun tidak boleh membuat mereka
menyerupai engkau
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur ataupun
Tenggelam ke masa lampau
Engkau busur tempat anakmu, anak panah hidup, melesat pergi


Puisi dari acara Family day SDIT NF
Thursday, 10 June 2010

Surat untuk bunda

OH...ibu maafkan aku bila ada salah , dari ada di dalam kandugan sampai sekarang .
Terima kasih bu, telah merawatku dari kecil sampai besar seperti ini .
Terima kasih lagi juga , sudah menyekolahkanku di SDIT Nurul fikri yang Islam .
Ibu aku minta maaf lagi jika aku pernah berkata kasar , marah-marah , atau bentak-bentak ibu .
Ibu pada hari Rabu kemarin aku bikin surat untuk ibu , waktu pelajaran komputer .
Bu sekali lagi aku minta maaf , jika disururuh aku mebantah dan aku berjanji , berjanji aku tidak akan berkata seperti itu lagi.
Aku akan mennepati janjiku ini .
Semoga ibu senang membaca suratku ini .
Oya bu aku mau mengucapin terima kasih lagi telah merawatku , jika ku bangun menangis ibu selalu bangun dan tak mengeluh untuk menghiburku , ibu selalu memberi yang ku mau .
Terima kasih bu atas yang ibu selama ini untukku .


Semoga Alllah membalas kebaikan ibu selama ini , bukan hanya kebaikan ibu kepadaku juga kepada orang lain .
selamat hari ibu

I LOVE U MOM

Dari: Ais




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.....

Untuk Ibuku yang aku sayangi, terimakasih ya...engkau telah merawat ku sejak kecil sampai aku menjadi seperti ini. aku takkan pernah bisa jadi begini tanpamu, kasih sayangmu untukku tak akan pernah terbalas oleh apapun....

Maafkan aku Ibu...jika aku berbuat salah ataupun melanggar perintahmu. Maafkan aku bila selama ini telah menyakiti hatimu. Dikala aku sakit kau selalu menungguku sampai ku sembuh

Terimakasih oh Ibuku...


Wassalmu alaikum

dari anakmu
Deva


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...